, ,

Gotong Royong Dan Kemandirian Pangan Kobar Kembali di Kelurahan Tona II

by -668 Views

Tona II Tahuna Berkobar: Warga Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan lewat Kebun Cabe dan Program Keluarga Berkualitas

News Tahuna- Semangat gotong royong dan komitmen terhadap kemandirian pangan kembali berkobar di Kelurahan Tona II, Kecamatan Tahuna Timur, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Dalam sebuah gerakan yang sinergis, Pemerintah Kelurahan Tona II tidak hanya menggalakkan program penanaman cabai dan komoditas lokal, tetapi juga secara resmi meluncurkan kegiatan Kampung Keluarga Berkualitas (KB), menandai hari yang penuh dengan agenda pembangunan untuk masyarakat.

Gotong Royong Dan Kemandirian Pangan Kobar Kembali di Kelurahan Tona II
Gotong Royong Dan Kemandirian Pangan Kobar Kembali di Kelurahan Tona II

Baca Juga : Pemda Sangihe Bangun Fasilitas Khusus ODGJ, Warga Tak Perlu Lagi Berobat ke Manado

Gerakan hijau ini dipelopori oleh Kelompok Tani Tona II yang berlokasi di RT 08 Eneratu, yang merupakan binaan langsung dari Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Program ini tidak sekadar menanam, tetapi merupakan sebuah langkah strategis untuk mengoptimalkan pekarangan dan lahan tidur, sekaligus mengantisipasi fluktuasi harga cabai di pasaran dengan menyediakan stok lokal.

Lurah Tona II, Venti Pandensolang, dengan penuh antusiasme menyambut program ini

Menurutnya, inisiatif menanam cabai dan komoditas pangan lokal lainnya adalah aksi nyata dan wujud dukungan terhadap program prioritas Pemerintah Kabupaten, khususnya di bidang ketahanan pangan.

“Ini lebih dari sekadar kegiatan bercocok tanam. Ini adalah gerakan kemandirian yang kami lakukan bersama untuk memastikan setiap keluarga memiliki akses terhadap pangan yang sehat dan terjangkau. Program ketahanan pangan Pemkab Sangihe tidak akan berjalan tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari akar rumput, dan kami di Tona II siap menjadi yang terdepan,” tegas Lurah Venti.

Tak berhenti di situ, di hari yang sama, semangat membangun tersebut berlanjut dengan peresmian kegiatan Kampung Keluarga Berkualitas yang berlangsung di Kantor Lurah Tona II. Kegiatan ini merupakan implementasi dari program Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga dari berbagai aspek.

Lurah Venti menjelaskan bahwa program Kampung KB adalah ruang pembelajaran bagi keluarga untuk memperkaya wawasan tentang kesehatan, pendidikan, perencanaan ekonomi keluarga, serta memperkuat ikatan sosial dan kekompakan dalam komunitas.

Program Kampung Keluarga Berkualitas ini sangat baik dan multi-manfaat.

Ia tidak hanya fokus pada aspek kependudukan, tetapi juga menjadi wadah untuk sharing knowledge, meningkatkan kualitas pola asuh anak, kesehatan reproduksi, dan tentu saja, mempererat tali silaturahmi antarwarga. Keluarga yang berkualitas adalah pondasi utama masyarakat yang sejahtera, ujarnya.

Kedua kegiatan Gotong Royong yang berjalan beriringan ini mencerminkan strategi pembangunan yang holistik dan terpadu di Kelurahan Tona II. Di satu sisi, program pertanian ditujukan untuk membangun kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan bersama rakyat.

Sinergi Langsung di Lapangan

Selanjutnya, para anggota Kelompok Tani Tona II langsung menerapkan pelatihan mereka dari Dinas Pertanian. Dengan penuh semangat, mereka menyiapkan lahan, membenih bibit cabai unggul, dan merencanakan rotasi tanam dengan komoditas lokal seperti sayuran hijau dan umbi-umbian. Selain itu, mereka juga membentuk sistem irigasi sederhana untuk memastikan tanaman tetap tumbuh subur bahkan di musim kemarau.

Sementara itu, di lokasi yang berbeda, kegiatan Kampung KB segera mendapatkan sambutan hangat. Tak lama setelah peresmian, kader KB setempat langsung memandu para ibu dan keluarga dalam sesi diskusi interaktif pertama. Mereka membahas topik-topik praktis seperti pentingnya gizi seimbang dari hasil kebun sendiri dan cara mengelola keuangan keluarga untuk pendidikan anak.

Dampak Nyata bagi Masyarakat

Kedua program ini secara bersama-sama mulai memberikan warna baru bagi dinamika warga. Sebagai contoh, ibu-ibu yang sebelumnya hanya mengurus rumah tangga, kini dengan antusias terlibat dalam kelompok tani, menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi keluarga. Di sisi lain, para bapak yang aktif bercocok tanam juga mulai menghadiri seminar Kampung KB, menyadari bahwa ketahanan pangan berjalan beriringan dengan ketahanan keluarga.

Melihat perkembangan positif ini, Lurah Venti Pandensolang menyatakan kebanggaannya. “Kami sangat senang melihat respons yang luar biasa dari warga. Ini membuktikan bahwa semangat untuk maju sudah mengakar kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.