Gunung Karangetang Meningkat, Waspada Guguran Lava dan Awan Panas!
News Tahuna- Gunung Karangetang, sang “Gunung Api yang Tak Pernah Tidur” di Pulau Siau, Sulawesi Utara, kembali menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas yang signifikan. Sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di dunia, setiap perubahan pada gunung ini selalu menjadi perhatian serius bagi para vulkanolog dan masyarakat di sekitarnya.

Baca Juga : Era Digital RRI Tahuna Perkuat Peran Sebagai Pemersatu Masyarakat Sangihe
Berdasarkan data pemantauan terbaru dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di bawah Kementerian ESDM, pada Jumat pagi ini, Gunung Karangetang teramati mengeluarkan asap berwarna putih dengan intensitas tebal membumbung setinggi 10 hingga 50 meter di atas puncak kawah utamanya.
Aktivitas permukaan ini didukung oleh data kegempaan yang mengonfirmasi peningkatan energi di dalam tubuh gunung
Vieko Kristianse Rompas, dari PVMBG, melaporkan terjadinya peningkatan frekuensi gempa hembusan (yang berkaitan dengan pelepasan gas) tercatat sebanyak 70 kali dengan amplitudo 4-5 mm dan durasi 20-65 detik. Selain itu, terekam juga 2 kali gempa vulkanik dalam dengan kekuatan lebih besar, yaitu amplitudo 40-50 mm dan durasi 12-15 detik, yang mengindikasikan adanya pergerakan magma dari dalam bumi.
Rekomendasi dan Potensi Bahaya
Menyikapi data yang mengkhawatirkan ini, PVMBG secara khusus mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi guguran lava dan awan panas (wedus gembel). Vieko Rompas menjelaskan, “Kondisi Gunung Karangetang saat ini sangat rawan. Penumpukan material lava dari erupsi sebelumnya di area puncak bersifat tidak stabil dan sangat mudah runtuh. Guguran material ini bisa dipicu oleh aktivitas gempa bahkan hujan, dan dapat berubah menjadi awan panas yang meluncur ke lembah-lembah di sekitarnya secara tiba-tiba.”
Masyarakat dan pemerintah daerah diimbau untuk:
-
Tidak melakukan pendakian atau mendekati area dalam radius bahaya.
-
Selalu memantau informasi resmi dari PVMBG dan BNPB.
-
Menyiapkan rencana evakuasi jika aktivitas semakin meningkat, terutama bagi yang bermukim di dekat aliran sungai yang berhulu di puncak gunung.
Status Masih Waspada (Level II)
Hingga berita ini diturunkan, status Gunung Karangetang (1.784 mdpl) masih tetap pada Level II (Waspada). Status yang sama juga masih berlaku untuk dua gunung api lain di kawasan Sulawesi Utara, yaitu Gunung Ruang di Pulau Tagulandang dan Gunung Awu di Kepulauan Sangihe. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan “Cincin Api” di region ini memang sedang dalam fase aktif.
PVMBG terus melakukan pemantauan intensif 24 jam. Masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada, dan tidak terpancing oleh informasi yang tidak jelas sumbernya.
Masyarakat Menyambut Informasi dengan Kewaspadaan Tinggi
Selanjutnya, pemerintah setempat dan tim penanggulangan bencana segera mengaktifkan posko komando. Mereka secara proaktif mengkoordinasikan langkah-langkah kesiapsiagaan. Selain itu, petugas terus mengingatkan warga yang tinggal di zona rawan melalui pengeras suara keliling untuk selalu siap siaga.
Sementara itu, para nelayan yang beraktivitas di perairan sekitar Pulau Siau mulai membatasi jarak penangkapan ikan mereka. Mereka memilih untuk menghindari area yang terlalu dekat dengan garis pantai yang mengarah ke lereng gunung. Dengan demikian, mereka dapat menghindari risiko jika material vulkanik tiba-tiba mengalir ke laut.
Di samping itu, para relawan sedang memeriksa dan menyortir seluruh logan darurat, seperti masker, makanan siap saji, dan tenda. Mereka menempatkannya di titik-titik pengungsian yang telah ditentukan agar dapat mendistribusikannya dengan cepat jika diperlukan.
Sebagai hasil dari peningkatan aktivitas ini, semua pihak memperkuat komunikasi. Oleh karena itu, informasi dari PVMBG akan sampai kepada warga dengan cepat dan jelas, sehingga dapat mencegah kepanikan dan memastikan keselamatan semua orang.
Kesimpulannya, meskipun status belum naik, semangat kewaspadaan telah menyebar luas. Kolaborasi antara pemerintah, ilmuwan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika Gunung Karangetang yang tidak dapat diprediksi.




![17-ribu-warga-ri-ikut-cek-kesehatan-gratis-di-hari-pertama-1_169[1] 65 Juta Orang](https://fasilabi.com/wp-content/uploads/2025/12/17-ribu-warga-ri-ikut-cek-kesehatan-gratis-di-hari-pertama-1_1691-148x111.jpeg)
![foto-berita-kpk-geledah-rumah-dinas-plt-gubernur-riau--151225023656[1]](https://fasilabi.com/wp-content/uploads/2025/12/foto-berita-kpk-geledah-rumah-dinas-plt-gubernur-riau-1512250236561-148x111.webp)
![bd4cfffc-4c80-4e1f-eb8a-08dd4a81f35f_w408_r1_s[1] Korban Scam Rata-rata](https://fasilabi.com/wp-content/uploads/2025/12/bd4cfffc-4c80-4e1f-eb8a-08dd4a81f35f_w408_r1_s1-148x111.jpg)