Dari Halaman Menuju Meja Makan: Kodim Sangihe Gaungkan Gerakan Ketahanan Pangan Mandiri
Tahuna- Di tengah tantangan ketahanan pangan nasional, Komando Distrik Militer Kodim 1301 Sangihe mengambil peran proaktif dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengubah sudut-sudut pekarangan rumah mereka menjadi sumber pangan yang produktif. Gerakan yang digencarkan melalui sosialisasi ke berbagai wilayah ini bukan sekadar imbauan, tetapi sebuah ajakan untuk membangun kemandirian pangan dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah sendiri.

Baca Juga : Bupati Thungari Tekankan Kualitas Pendidikan di Sangihe
Pasiter Kodim 1301/Sangihe, Celcius Wangka, menekankan bahwa lahan sempit sekalipun memiliki potensi besar yang sering terabaikan
“Seringkali kita melihat pekarangan hanya diisi dengan tanaman hias. Kami tidak melarang itu, tetapi alangkah baiknya jika kita juga menyisipkan tanaman yang bisa ‘disentuh’ setiap hari, yaitu rempah dan sayuran. Mari kita manfaatkan pekarangan ini, mulai dari yang kecil-kecil saja. Tujuannya sederhana, supaya bisa membantu memenuhi kebutuhan dapur setiap hari,” ujar Wangka.
Wangka mengamati sebuah fenomena di mana banyak rumah tangga lebih memilih untuk membeli rempah-rempah seperti serai, jahe, kunyit, atau sayuran seperti kangkung dan bayam di pasar, sementara pekarangan mereka hanya ditanami bunga. Padahal, menanam bahan pangan sendiri memiliki rangkaian keuntungan yang berlipat.
“Dengan menanam sendiri, kita tidak hanya menghemat pengeluaran,” jelasnya. “Lebih dari itu, kita menjamin kebersihan dan kesehatan produk yang kita konsumsi karena bebas dari pestisida berbahaya. Aktivitas berkebun juga merupakan bentuk olahraga ringan yang menyehatkan dan dapat dilakukan seluruh keluarga.”
Gerakan ini juga memiliki dampak makro yang signifikan. Wangka berharap, jika dilakukan secara masif oleh masyarakat Sangihe
gerakan memanfaatkan pekarangan ini dapat memacu kemandirian daerah“Dengan sosialisasi yang kami lakukan, kami ingin menumbuhkan pemahaman mendasar mengapa kita harus menanam. Jika setiap rumah tangga menghasilkan sendiri bahkan 20% kebutuhannya, secara kolektif kita dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan bahan pangan dari luar daerah,” paparnya.
Pengurangan ketergantungan pada pasokan luar tidak hanya membuat stok pangan di Kabupaten Kepulauan Sangihe lebih stabil, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi lokal dan menjaga kelestarian lingkungan melalui pengurangan jejak karbon dari transportasi pengiriman barang.
Oleh karena itu, Kodim 1301/Sangihe mendorong warga untuk memulai langkah kecil tersebut. Tidak perlu lahan yang luas, penggunaan polybag, pot bekas, atau sistem vertikultur dapat menjadi solusi cerdas untuk lahan terbatas.
Pasiter Kodim 1301/Sangihe, Celcius Wangka, menekankan bahwa lahan sempit sekalipun menyimpan potensi besar
“Seringkali kita melihat pekarangan hanya diisi dengan tanaman hias. Kami tidak melarang itu, namun alangkah baiknya jika kita juga menyisipkan tanaman yang bisa ‘disentuh’ setiap hari, yaitu rempah dan sayuran. Mari kita manfaatkan pekarangan ini, mulai dari yang kecil-kecil saja. Tujuannya sederhana, supaya bisa membantu memenuhi kebutuhan dapur setiap hari,” ujar Wangka kepada RRI.co.id.
Wangka mengamati sebuah fenomena menarik di mana banyak rumah tangga lebih memilih untuk membeli rempah-rempah di pasar. Sebaliknya, pekarangan mereka hanya ditanami bunga. Padahal, menanam bahan pangan sendiri menawarkan segudang keuntungan.
“Dengan menanam sendiri, kita tidak hanya menghemat pengeluaran,” jelasnya. “Selain itu, kita menjamin kebersihan dan kesehatan produk yang kita konsumsi karena bebas dari pestisida berbahaya. Bahkan, aktivitas berkebun juga merupakan bentuk olahraga ringan yang menyehatkan sekaligus dapat menyatukan seluruh keluarga.”
Tidak berhenti di sana, gerakan ini juga memiliki dampak makro yang signifikan
Wangka berharap gerakan memanfaatkan pekarangan ini dapat memacu kemandirian daerah. “Oleh karena itu, melalui sosialisasi, kami ingin menumbuhkan pemahaman mendasar mengapa kita harus menanam. Dengan demikian, jika setiap rumah tangga menghasilkan sendiri bahkan 20% kebutuhannya, secara kolektif kita dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan bahan pangan dari luar daerah,” paparnya.
Sebagai contoh, pengurangan ketergantungan pada pasokan luar tidak hanya membuat stok pangan di Kabupaten Kepulauan Sangihe lebih stabil. Lebih jauh, langkah ini memperkuat fondasi ekonomi lokal dan menjaga kelestarian lingkungan melalui pengurangan jejak karbon dari transportasi pengiriman barang.
Lalu, bagaimana cara memulainya? Kodim 1301/Sangihe pun mendorong warga untuk segera mengambil tindakan. Masyarakat tidak memerlukan lahan yang luas; sebaliknya, penggunaan polybag, pot bekas, atau sistem vertikultur dapat menjadi solusi cerdas untuk lahan terbatas. Misalnya, menanam cabai rawit dalam pot atau kangkung dalam ember bekas dapat memberikan hasil yang lumayan.



![17-ribu-warga-ri-ikut-cek-kesehatan-gratis-di-hari-pertama-1_169[1] 65 Juta Orang](https://fasilabi.com/wp-content/uploads/2025/12/17-ribu-warga-ri-ikut-cek-kesehatan-gratis-di-hari-pertama-1_1691-148x111.jpeg)
![foto-berita-kpk-geledah-rumah-dinas-plt-gubernur-riau--151225023656[1]](https://fasilabi.com/wp-content/uploads/2025/12/foto-berita-kpk-geledah-rumah-dinas-plt-gubernur-riau-1512250236561-148x111.webp)
![bd4cfffc-4c80-4e1f-eb8a-08dd4a81f35f_w408_r1_s[1] Korban Scam Rata-rata](https://fasilabi.com/wp-content/uploads/2025/12/bd4cfffc-4c80-4e1f-eb8a-08dd4a81f35f_w408_r1_s1-148x111.jpg)
![23022023-bi-bio-24-modena-1[1]](https://fasilabi.com/wp-content/uploads/2025/12/23022023-bi-bio-24-modena-11-148x111.jpg)
![ich4f9a0z2as0w4[1]](https://fasilabi.com/wp-content/uploads/2025/12/ich4f9a0z2as0w41-148x111.jpeg)