TAHUNA – KPK Geledah Rumah dinas Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, pada Selasa (14 Desember 2025). Penggeledahan ini dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan pejabat tinggi di Provinsi Riau. Meskipun KPK belum mengungkap secara rinci tujuan penggeledahan ini, langkah tersebut menambah panjang daftar kasus korupsi yang melibatkan pejabat pemerintah daerah di Indonesia.
Penangkapan yang Mengguncang Publik
Penggeledahan rumah dinas SF Hariyanto terjadi setelah beberapa waktu lalu KPK menerima sejumlah laporan dan aduan dari masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan wewenang oleh pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Penggeledahan tersebut dilakukan dengan mendapatkan izin dari pengadilan, sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Sejumlah barang bukti yang diduga terkait dengan kasus ini turut disita oleh KPK untuk dianalisis lebih lanjut.
“Kami melakukan penggeledahan ini untuk mencari bukti-bukti yang relevan dengan dugaan korupsi yang sedang kami selidiki. Kami berharap proses ini bisa membantu mengungkap kasus ini dengan lebih jelas,” kata Juru Bicara KPK, Ali Fikri, dalam keterangannya.
Sejauh ini, KPK belum mengungkapkan secara spesifik apa yang ditemukan di rumah dinas SF Hariyanto. Namun, menurut informasi yang beredar, penggeledahan ini terkait dengan dugaan penyalahgunaan anggaran daerah, perizinan usaha, serta proyek-proyek pemerintah yang dikelola oleh Pemprov Riau. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah proyek besar di Riau juga menjadi sorotan karena adanya ketidakjelasan proses lelang dan dugaan manipulasi anggaran.
KPK Sasar Berbagai Sektor di Riau
Penyelidikan yang dilakukan oleh KPK di Riau bukanlah yang pertama kalinya. Beberapa pejabat pemerintah daerah sebelumnya juga pernah diperiksa terkait dugaan kasus korupsi, termasuk yang berkaitan dengan proyek infrastruktur, pemberian izin usaha, serta penyalahgunaan wewenang. Menurut Ali Fikri, KPK terus berkomitmen untuk menindaklanjuti kasus-kasus tersebut tanpa pandang bulu.
“Kasus ini bagian dari komitmen KPK untuk memberantas korupsi di seluruh Indonesia, terutama di daerah-daerah yang memiliki potensi besar dalam pengelolaan anggaran negara. Kami ingin memastikan bahwa setiap penggunaan anggaran negara dan kebijakan pemerintah benar-benar digunakan untuk kesejahteraan rakyat,” jelas Ali Fikri.

BAca Juga : Momen Masak Akhir Tahun Lebih Nyaman dengan Built-in Gas Hob Modern dari MODENA
Beberapa pengamat meyakini bahwa penggeledahan ini adalah bagian dari upaya KPK untuk memeriksa lebih dalam potensi korupsi di tingkat pemerintah daerah yang kerap kali menjadi ladang subur bagi praktik korupsi terkait proyek-proyek pemerintah. Korupsi anggaran dan proyek fiktif adalah masalah serius yang seringkali mencuat di pemerintahan daerah, terutama di provinsi dengan anggaran besar dan potensi sumber daya alam yang melimpah.



![17-ribu-warga-ri-ikut-cek-kesehatan-gratis-di-hari-pertama-1_169[1] 65 Juta Orang](https://fasilabi.com/wp-content/uploads/2025/12/17-ribu-warga-ri-ikut-cek-kesehatan-gratis-di-hari-pertama-1_1691-148x111.jpeg)
![bd4cfffc-4c80-4e1f-eb8a-08dd4a81f35f_w408_r1_s[1] Korban Scam Rata-rata](https://fasilabi.com/wp-content/uploads/2025/12/bd4cfffc-4c80-4e1f-eb8a-08dd4a81f35f_w408_r1_s1-148x111.jpg)
![23022023-bi-bio-24-modena-1[1]](https://fasilabi.com/wp-content/uploads/2025/12/23022023-bi-bio-24-modena-11-148x111.jpg)
![ich4f9a0z2as0w4[1]](https://fasilabi.com/wp-content/uploads/2025/12/ich4f9a0z2as0w41-148x111.jpeg)
![bonnie-blue-4_43[1]](https://fasilabi.com/wp-content/uploads/2025/12/bonnie-blue-4_431-148x111.jpg)