, , , , ,

Lanal Tahuna Gelar Press Release Barang Bukti B3

by -436 Views

Tahuna, Sulawesi Utara – Pangkalan TNI AL (Lanal) Tahuna menggelar konferensi pers resmi terkait hasil pengamanan barang bukti Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang berhasil diamankan dalam beberapa waktu terakhir. Press release tersebut dilaksanakan di Mako Lanal Tahuna pada Rabu (6/8/2025) sebagai bentuk keterbukaan informasi publik dan akuntabilitas kinerja aparat keamanan laut.

Dalam kesempatan itu, Danlanal Tahuna Letkol Laut (P) Albertus Wibowo menjelaskan bahwa pengungkapan B3 tersebut merupakan hasil sinergi antara intelijen TNI AL, patroli laut, dan informasi dari masyarakat. Barang bukti yang diamankan meliputi bahan kimia cair dalam jumlah besar yang diduga diselundupkan secara ilegal dan tidak memiliki dokumen resmi.

Barang Bukti Diduga Digunakan untuk Aktivitas Ilegal

Letkol Albertus menjelaskan, barang bukti berupa cairan kimia tersebut diduga akan digunakan dalam aktivitas ilegal di wilayah perairan perbatasan, seperti penangkapan ikan dengan bahan peledak atau pembuatan bom rakitan. Aktivitas tersebut tidak hanya merusak ekosistem laut, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat.

“Kami sangat prihatin. Bahan-bahan kimia ini tergolong B3, yang memiliki dampak serius bagi lingkungan dan manusia jika disalahgunakan,” tegasnya.

Barang bukti saat ini telah diamankan di gudang penyimpanan khusus milik Lanal Tahuna untuk menunggu proses lebih lanjut, termasuk pemeriksaan oleh ahli forensik dan uji laboratorium dari instansi terkait.

Lanal Tahuna
Lanal Tahuna

Baca juga: Gamaliel Gahinsa dan Pemuda Sangihe Lawan Diskriminasi, Bangun Harmoni Sosial

Dugaan Aksi Penyelundupan di Perairan Perbatasan

Lanal Tahuna juga mengungkapkan bahwa modus penyelundupan B3 ini menggunakan jalur laut melalui perairan perbatasan antara Indonesia dan Filipina. Pelaku memanfaatkan minimnya pengawasan di malam hari dan jalur tikus yang sulit dijangkau oleh patroli reguler.

Dalam pengamanan terakhir, pihak TNI AL mengamankan satu unit perahu kecil yang membawa drum berisi cairan kimia tanpa identitas. Awak kapal saat ini tengah dalam pemeriksaan intensif untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.

Upaya Pencegahan dan Penegakan Hukum

Lanal Tahuna berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan patroli laut, terutama di wilayah yang rawan penyelundupan. Letkol Albertus juga mengajak masyarakat untuk turut serta dalam menjaga keamanan wilayah perairan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Partisipasi aktif masyarakat pesisir sangat penting dalam mencegah masuknya barang-barang berbahaya ke wilayah kita,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal proses hukum hingga tuntas, dan siap bersinergi dengan pihak kepolisian, kejaksaan, dan instansi lingkungan hidup untuk memastikan pelaku penyelundupan mendapat hukuman setimpal.

Edukasi Bahaya B3 Juga Akan Digalakkan

Sebagai bagian dari langkah preventif, Lanal Tahuna akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya B3, khususnya dalam konteks perairan dan ekosistem laut.

Langkah ini diharapkan mampu menekan angka penyalahgunaan bahan kimia berbahaya di wilayah kepulauan Sangihe.

Penutup

Kegiatan press release ini menunjukkan komitmen TNI AL, khususnya Lanal Tahuna, dalam menjaga kedaulatan wilayah laut Indonesia dari ancaman penyelundupan dan kejahatan lintas batas. Penindakan tegas terhadap penyelundupan B3 diharapkan menjadi efek jera bagi para pelaku, sekaligus bentuk perlindungan terhadap lingkungan laut dan masyarakat pesisir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.