, ,

Nokverson Takasumiang Tewas Dibunuh Sadis Diduga Oleh Pamannya Sendiri Di Sangihe

by -512 Views

Tragedi Keluarga di Sangihe: Paman Tewaskan Keponakan Usai Cekcok, Diduga Dipicu Dendam Terpendam

News Tahuna- Sebuah kabar duka menyelimuti Kelurahan Apengsembeka, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, setelah insiden pembunuhan sadis merenggut nyawa Nokverson Takasumiang (39). Yang membuat tragedi ini semakin memilukan, pelaku yang diduga kuat adalah pamannya sendiri, berinisial S.T. Peristiwa ini terjadi pada Senin sore sekitar pukul 16.00 WITA, di kediaman keluarga Takasumiang-Tinungki.

Nokverson Takasumiang Tewas Dibunuh Sadis Diduga Oleh Pamannya Sendiri Di Sangihe
Nokverson Takasumiang Tewas Dibunuh Sadis Diduga Oleh Pamannya Sendiri Di Sangihe

Baca Juga : Diduga Supir Microlet Mabuk Tabrakan Di Tahuna Tewaskan Satu Nyawa

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden berawal dari sebuah cekcok antara korban dan pelaku. Korban, Nokverson, disebut-sebut dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol. Pertengkaran sempat mereda, dan Nokverson memilih untuk beristirahat ke dalam kamarnya. Namun, ketenangan itu hanyalah awal dari petaka.

Dendam yang Berujung Tragedi

Kapolres Kepulauan Sangihe, AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P., melalui Kasat Reskrim IPTU Stefi Sumolang, mengungkapkan bahwa motif utama diduga adalah dendam yang dipendam pelaku. “Dari hasil pemeriksaan sementara, motif penganiayaan ini dipicu oleh rasa sakit hati pelaku karena sering mendapat hinaan dan makian dari korban. Ini merupakan akumulasi emosi yang akhirnya meledak,” jelas Sumolang.

Tidak terima dengan perlakuan sang keponakan, S.T. dikabarkan mengambil pisau dapur dan menyusup masuk ke dalam rumah. Saat Nokverson lengah dan sedang beristirahat di kamarnya, S.T. melakukan aksi penikaman.

Saksi Mata Melukiskan Kengerian

Enjelia Tinungki, istri korban, menjadi saksi utama yang menemukan kondisi suaminya yang sudah tak berdaya. Dengan suara bergetar, ia menuturkan kronologi kepada pihak berwajib. “Iya, memang tadi ada cekcok, tapi sudah reda. Saya sempat keluar ke pantai. Tidak lama kemudian, ketika saya pulang, saya langsung kaget… Suami saya sudah terbaring tak berdaya di kamar, bersimbah darah,” ujarnya, masih belum percaya dengan musibah yang menimpa keluarganya.

Dari hasil penyelidikan, pelaku mengakui telah menikam korban sebanyak dua kali di bagian vital, yaitu ulu hati dan pinggang kiri. Aksi keji itu langsung membuat Nokverson mengalami pendarahan hebat.

Pelaku Kabur lewat Jendela, Akhirnya Menyerahkan Diri

Usai melakukan aksinya, S.T. dilaporkan kabur dari TKP melalui jendela kamar, meninggalkan korban dalam kondisi sekarat. Namun, mungkin karena tekanan batin atau kesadaran, pelaku akhirnya memilih untuk menyerahkan diri ke Polres Kepulauan Sangihe.

Korban sempat dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Sayangnya, luka tikaman yang terlalu dalam dan mengenai organ vital membuat nyawa Nokverson tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 18.22 WITA.

Proses Hukum Berjalan, Situasi Dipantau

Kapolres menegaskan bahwa pihaknya telah mengamankan pelaku beserta barang bukti yang digunakan, yaitu pisau dapur. “Tim juga telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk kelancaran penyidikan. Saat ini, kami sedang melakukan pemberkasan perkara dan berkoordinasi intensif dengan Kejaksaan,” papar Kasat Reskrim.

Pihak kepolisian juga terus memantau situasi keamanan di lingkungan masyarakat setempat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan pasca-insiden berduka ini. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mengambil tindakan main hakim sendiri. Biarkan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya,” tutup Stefi Sumolang.

Tragedi yang melibatkan hubungan darah ini menjadi pengingat pilu betapa emosi yang tidak terkendali dapat merobek tali keluarga dan merenggut nyawa hanya dalam sekejap. Keluarga yang seharusnya menjadi tempat berlindung, justru berakhir dengan lembaran duka yang mendalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.