, ,

Polres Sangihe Gelar Minggu Kasih untuk Pererat Silaturahmi dengan Warga

by -432 Views

Wakapolres Sangihe Ajak Warga Sinergi Jaga Keamanan dan Kedamaian di Bumi Para Nelayan

Tahuna- Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Jalan Mahena, Kelurahan Bungalawang, Kecamatan Tahuna, pada pelaksanaan kegiatan Minggu Kasih yang digelar oleh Polres Kepulauan Sangihe. Acara yang bertujuan mempererat tali silaturahmi antara Kepolisian dan masyarakat ini, tidak hanya diisi dengan bakti sosial, tetapi juga menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) secara langsung.

Polres Sangihe Gelar Minggu Kasih untuk Pererat Silaturahmi dengan Warga
Polres Sangihe Gelar Minggu Kasih untuk Pererat Silaturahmi dengan Warga

Baca Juga : Babinsa Kendahe Dari Simbol Kekuatan Menuju Mitra Penggerak Masyarakat

Dalam sambutannya yang penuh semangat, Wakapolres Kepulauan Sangihe, Kompol Arivalianto Bermuli, menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Ia menyampaikan bahwa keamanan bukanlah tanggung jawab Polisi semata, melainkan tanggung jawab kita semua.

Kita semua adalah garda terdepan dalam menjaga kedamaian di daerah yang kita cintai ini

Mari kita perkecil perbedaan dan perkuat terus persaudaraan antarumat beragama. Dengan semangat kebersamaan, kita bisa membangun Sangihe yang lebih baik untuk generasi kita selanjutnya, seru Kompol Bermuli di hadapan para jemaat yang hadir.

Tidak berhenti di situ, Wakapolres yang dikenal dekat dengan warga ini juga menyampaikan himbauan khusus kepada para generasi muda. Ia mengingatkan agar kaum muda, sebagai agen perubahan, dapat menjadi pelopor dalam keselamatan berlalu lintas.

“Kepada anak-anak muda kita, mari kita taati aturan lalu lintas. Gunakanlah kendaraan dengan wajar, hindari pemakaian knalpot racing yang bising dan mengganggu ketenangan masyarakat. Jadilah pelopor keselamatan dengan selalu mengenakan helm, membawa SIM dan STNK, serta tidak ugal-ugalan di jalan. Tertib berkendara adalah cerminan pribadi yang bertanggung jawab,” pesannya dengan jelas.

Kegiatan Minggu Kasih ini ditutup dengan puncak acara yang sangat berkesan, yaitu bakti sosial

Secara simbolis, pihak Polres Sangihe menyerahkan bantuan kepada jemaat yang kurang mampu. Bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat materiil, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan empati aparat kepolisian terhadap kondisi sosial masyarakat yang dilayaninya.

Melalui kegiatan seperti ini, Polres Sangihe berharap dapat terus membangun komunikasi yang intensif dan positif dengan masyarakat, menjadikan institusi Polri yang selalu hadir di hati dan kehidupan warga untuk mewujudkan Sangihe yang semakin aman dan sejahtera.

Tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, program “Minggu Kasih” ini justru menjadi batu pijakan untuk aksi nyata. Selanjutnya, jajaran Polres Sangihe berencana menggelar kegiatan serupa di berbagai tempat ibadah dan lokasi keramaian lainnya. Dengan demikian, mereka dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat dan menyebarkan pesan kamtibmas secara lebih merata.

Menyambut positif kegiatan ini, para jemaat GBI Tahuna pun memberikan apresiasi yang tinggi

Mereka merasa bahwa kehadiran polisi di tengah komunitas seperti ini sangat membangun rasa aman dan kepercayaan. Sebagai contoh, salah seorang pengurus gereja menyatakan, “Interaksi langsung seperti ini memecah jarak antara polisi dan warga. Kami merasa lebih dihargai dan akan bekerja sama lebih erat untuk menjaga lingkungan kita.”

Selain itu, Kompol Bermuli menegaskan komitmennya untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas. Secara khusus, unit lalu lintas Polres akan menggencarkan operasi tertib berkendara dalam minggu-minggu mendatang. Operasi ini tidak hanya menindak pelanggar, tetapi juga mengedukasi pengendara tentang pentingnya keselamatan.

Pada akhirnya, sinergi yang terbangun dari kegiatan seperti inilah yang akan memperkuat pondasi keamanan dan ketertiban di Kepulauan Sangihe. Kolaborasi antara penegak hukum dan masyarakat menciptakan efek deterren yang jauh lebih powerful daripada sekadar penindakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.